37% Anak Balita Menderita Kurang Gizi Kronis

37% Anak Balita Menderita Kurang Gizi Kronis

Pernah merasakan lapar dan tak ada makanan sehat yang bisa diakses. Hal ini benar benar terjadi di era modern ini. Banyak orang yang ingin sehat namun

Gelar Bakti Sosial, DNIKS Bagikan Paket Sembako Untuk Lansia dan Disabilitas
Ketua Umum Panti Indonesia Minta Polisi Bergerak Cepat Atasi Kekerasan Anak
Forum Panti Sulawesi Selatan Akan Berangkatkan 3 Truk, Dukung Panti Palu dan Donggala

Pernah merasakan lapar dan tak ada makanan sehat yang bisa diakses. Hal ini benar benar terjadi di era modern ini. Banyak orang yang ingin sehat namun tidak seiring dengan bahan pangan yang tersedia. Apalagi untuk yang sudah terkontaminasi dengan berbagai makanan dan menjadi pemicu penyakit didalam tubuh akibat salah satu organ tidak berfungsi. Memburu makanan sehat menjadi ekstrim di era modern ini dengan menjamurnya makanan kurang gizi yang menggunakan zat pewarna, zat kimia merugikan.

Bisnis Pangan memasuki era kritis, dengan sulitnya akses terhadap sumber pangan sehat. Hal ini akibat eksploitasi bahan pangan menjadi instant, kerusakan lingkungan dan alam, perubahan budaya dalam memperlakukan bahan pangan. Hal ini diperparah dengan Sumber sumber air, pangan, lingkungan hidup dan alam yang dikapitalisasi dalam bentuk dunia industrisi. Indonesia menjadi Negara yang akan sulit mencapat target global dalam menurunkan angka kurang gizi tahun 2025. Ditambah jalur sector ini yang dikuasi konglomerasi dan asing. Mengakibatkan hak mendapatkan dunia yang sehat menjadi tidak murah.

Mendapatkan sumber pangan yang sehat menjadi barang mewah. Padahal ini memenuhi hajat hidup orang banyak. Data pemerintah terakhir menyatakan 37% anak balita menderita stunting (kurang gizi kronis), 12% menderita wasting (terlalu kurus untuk tinggi badan anak). Hal ini juga diperparah dengan anak anak yang mengalami perubahan tubuh dan sikap yang ekstrim akibat beberapa dampak panjang makanan instant. Bahkan ini diderita anak sejak kandungan.

Hal ini menjadi keprihatinan bersama dalam acara yang akan digagas Foodbank Of Indonesia pada tanggal 23 Oktober 2016. Dalam pertemuan dengan Pimpinan Pusat Aisyiyah dan Majelis Pelayanan Sosial PP Muhammadiyah banyak hal terungkap akibat dampak panjang mendapatkan kualitas bahan pangan. Untuk itu perlu sinergi bersama dalam mengatasi hal ini dengan memperluas bantuan sosial, membuat program untuk meningkatkan pendapatan masyarakat miskin di kota dan di desa dan mendorong pemerintah untuk memperhatikan lahan pertanian yang terus tergerus.

Hendro Utomo Pendiri FOI menyampaikan kami punya mimpi di 2020 FOI dapat beroperasi di seluruh Indonesia dalam memerangi kelaparan, meningkatkan gizi dan meningkatkan produktifitas sumber pangan. Oleh karena itu pada acara Kampanye Pangan di CFD nanti kami mengajak masyarakat dalam program Food Drive, dimana setiap orang dapat membawa makanan apapun dan mengumpulkannya. Kami akan tunjukkan bagaimana mengelola pangan menjadi sehat dan bermanfaat.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d bloggers like this: