Dalam Momen Mudik, Nasyiatul Aisyiyah Ingatkan Jangan Tambah Disabilitas

Dalam Momen Mudik, Nasyiatul Aisyiyah Ingatkan Jangan Tambah Disabilitas

Dalam kunjungan silaturahmi Jakarta Barriers Free Tourism yang merupakan gerakan civil society dalam edukasi layanan publik terhadap aksessibilitas ke

‘Tak Ada Yang Istimewa’ Bersama Pak Anies
KPAI: Prioritaskan Tenaga Medis Segera Ke Gempa Lombok
Pemuda Muhammadiyah: Ceramah Ramadhan Harus Mulai Bicara Penyandang Disabilitas

Dalam kunjungan silaturahmi Jakarta Barriers Free Tourism yang merupakan gerakan civil society dalam edukasi layanan publik terhadap aksessibilitas ke Nasyiatul Aisyiyah, disampaikan pentingnya prinsip keadilan dan al musawwa yakni kesetaraan.

Bagi Khotimun Sutanti Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, keduanya adalah nilai nilai Islam yang harus dijewantahkan dalam memajukan peradaban penyandang disabilitas.

Alquran menggambarkan dalan surat ‘Abasa ayat 1-11 bahwa Rasulullah pernah menerima tamu bersamaan dengan petinggi suku Quraisy dan seorang penyandang dissabilitas yang buta.

Rasul saat itu sibuk dan mengutamakan tamu dari petinggi suku Quarisy, sehingga ditegur oleh Allah agar tidak berlaku demikian.

Dari cerita itu jelas, Allah telah memberikan peringatan supaya kita berlaku adil kepada siapapun, termasuk penyandang disabilitas, tidak boleh ada diskriminasi.

Nasyiatul Aisyiyah sendiri sudah terlibat dalam kampanye hak-hak penyandang disabilitas di Yogyakarta, serta mendampingi kasus disabilitas anak korban kekerasan.

Kami memandang bahwa isu utama adalah akses atas hak. Selama ini seringkali orang memperlakukan pemenuhan akses itu sebagai charity (pemberian atau belas kasihan).

Padahal mereka sama dengan kita semua, yang menginginkan keadilan dan kesetaraan. Bahwa sesungguhnya yang tepat adalah hak penyandang dissabilitas.

Kita semua juga harus ingat bahwa setiap orang punya potensi menjadi disabilitas. Salah satunya akibat kecelakaan di momen mudik. Lakalantas yang tinggi akibat mudik dengan motor. Resiko tinggi mudik dengan motor dan kelalaian berkendara dapat menambah penyandang disabilitas.

Untuk itu Nasyiatul Aisyiyah dalam momen Mudik 2018 menghimbau agar prioritas keselamatan di utamakan. Setiap orang punya potensi menjadi penyandang disabilitas. Artinya untuk perjuangkan disabilitas jangan menunggu disabilitas.

Disisi lain, semua resiko ini bisa dikurangi bila Mudik yang di selenggarakan ramah. Artinya ada faktor kewaspadaan dan persiapan yang harus diperhatikan bagi keluarga yang ingin mudik.

Nasyiatul Aisyiyah menyampaikan pada forum silaturahmi para penyandang disabilitas yang bertema Mudik Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD)

Bahkan organisasinya sangat terbuka untuk diberi masukan, bagaimana agar lebih sensitif pada penyandang disabilitas dan terus ikut mengkampanye bersama hak hak penyandang disabilitas.

Seperti diketahui kegiatan silaturahmi penyandang disabilitas ke Muhammadiyah merupakan kegiatan JBFT ke 42. Mereka mempraktekkan bersama bagaimana penyandang disabilitas memasuki Masjid Muhammadiyah At Taqwa Menteng Raya.

Selama ini seringkali dibicarakan akses layanan publik bagi penyandang dissabilitas, namun jarang sekali membicarakan masjid atau tempat ibadah yang akses, yang ternyata kebutuhan dasar beragama itu masih terhalang karena tidak aksesnya rumah ibadah.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d bloggers like this: