Kak Seto Apresiasi Kementerian Anak Sediakan Layanan Cepat dan Responsif

Puncak HAN 3000 anak diajak Presiden Jokowi melihat langsung rumahnya di Istana Bogor. Tim Kantor Berita Anak Indonesia juga ikut diundang meliput.

Negara Punya Hakim Anak, Penyidik Anak, Penuntut Umum Anak
Tuhan Merancang Orang Tua Untuk Tidak Gagal Melindungi Anak
Kak Seto merayakan Hari Anak di RW 12
image

Forum Anak Yogyakarta berfoto bersama Kak Seto dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan pada Puncak Hari Anak Nasional di Istana Bogor

Puncak HAN 3000 anak diajak Presiden Jokowi melihat langsung rumahnya di Istana Bogor. Tim Kantor Berita Anak Indonesia juga ikut diundang meliput. Mulai memasuki pintu dua Kebun Raya Bogor kita akan menyaksikan kepadatan para tamu istimewa ini. KBAI juga bertemu Kak Seto dikeramaian tersebut. Setiap langkahnya boleh dikatakan terhenti karena ada yang ingin sekedar selfie atau mengajak foto bersama.

Kami menanyakan banyak hal tentang situasi update perkembangan anak anak Indonesia. Bagi Kak Seto saat ini kita harus melakukan Revolusi Mental didalam melindungi anak. Situasi kekerasan saat ini tidak lagi mengenal tempat dan waktu. Tempat yang dianggap aman dan ramah dengan segala fasilitas yang lengkap tidak serta merta mampu melindungi anak. Bahwa setiap masyarakat harus membangun bersama kekuatan anak anak dalam menolak kekerasan.

Untuk itu dihimbau persatuan orang tua dan guru mulai mengaktifkan lingkungannya masing-masing. Karena saat terjadi kekerasan biasanya orang tua jauh dari anak anak. Untuk itu persatuan orang tua disekolah, dilingkungan, dikeluarga dan masyarakat punya peran besar didalam membangun ketahanan mental anak anak dalam menolak kekerasan.

Banyaknya organisasi anak yang merilis besarnya jumlah kekerasan anak menyebabkan Kak Seto prihatin dan mengajak semua organisasi yang bergerak untuk anak, apapun namanya Komnas Perlindungan Anak, Satgas Perlindungan Anak, Tim Reaksi Cepat, Sakti Peksos untuk segera mewadahi gerakan masyarakat pelindung anak.
Contoh gerakan keberanian masyarakat Citra Gran Cibubur mendobrak pintu tetangganya untuk menyelamatkan 5 anak patut di apresiasi. Begitu juga masyarakat yang berani bersaksi pada pembunuhan ananda Engeline. UU Perlindungan Anak sudah ada dan menjamin kita bergerak menjadi pelindung anak. Karena tidak mungkin lagi berbagai organisasi besar mampu menampung dengan begitu besarnya jumlah kekerasan anak. Gerakan pelindung anak di masyarakat harus kembali dibangkitkan karena mampu secara efektif menekan dan mencegah kekerasan anak.
Kak Seto juga mengajak orang tua menyadari anak anak bukan hanya tanggung jawab mereka ketika menghadapi permasalahan. Ada masyarakat, lembaga tempat mengadu permasalahan keluarga dan anak.

Kak Seto mengajak semua anak bergembira dihari ini dan terus mengembangkan potensi masing masing, bila mendapatkan kekerasan jangan segan segera lapor kepada orang tua, guru, sekolah dan lembaga perlindungan anak. Apalagi sekarang ada banyak organisasi, kementerian dan lembaga menyediakan hotline, pengaduan online, web komunitas pelindung anak. Sehingga anak anak lebih mudah melaporkan segala kekerasan disekitarnya. Dengan respon cepat dan responsif.

Acara Puncak HAN juga dihadiri Bapak Yasonna Laoly Menkumham, Pak Rudiantara Menkominfo, Pak Anis Baswedan Mendikbud, Ibu Puan Maharani Menteri PMK, Ketua MPR RI Bapak Zulkifli Hasan.

Untuk masyarakat yang ingin bergerak menjadi pelindung anak dapat mengunjungi www.pelindunganak.org juga kontak Polisi 110, Nomor bantuan pelindung anak 082125751234, Pengaduan anak KPAI di 02131901446, Pengaduan Komnas Perlindungan Anak 0218416157, Telepon Pelayanan Sosial Anak di 021-84301400 dan Hotline Satuan Tugas Perlindungan Anak di 081316299752

Menteri Kominfo Bapak Rudiantara di Puncak HAN juga melaunching program whitelist Internet positif. Ada 15.000 alamat web yang disediakan untuk anak dan orang tua dalam memerangi pronografi berbasis internet dengan mengakses ekstension domain  sch.id dan ac.id

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d bloggers like this: