Ketua Umum Dampingi Mensos Kunjungan ke Azerbaijan

Ketua Umum Dampingi Mensos Kunjungan ke Azerbaijan

Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) mengikuti Kunjungan Kerja ke Azerbaijan bersama Rombongan Menteri Sosial RI. Ku

Isyarat Darurat ‘Kekerasan Anak’ Tidak Terhenti Sampai Hari Ini
Prof Dr Haryono Suyono Terima Penghargaan
Haryono Suyono: Tingkatkan Minat Baca Masyarakat Desa

Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) mengikuti Kunjungan Kerja ke Azerbaijan bersama Rombongan Menteri Sosial RI. Kunjungan Kerja diadakan selama 4 hari dari tanggal 23 – 27 Juni 2019, terdiri dari Bpk. Agus Gumiwang Kartasasmita (Menteri Sosial RI), Bpk. Edi Suharto (Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI), Bpk. Tantyo Adji Sudharmono (Ketua Umum DNIKS), Komisi VIII, dll.

Tujuan dari acara ini bersifat ganda: Bagian pertama akan fokus pada pandangan optimis tentang pengembangan inovasi teknologi termasuk dampaknya terhadap masyarakat manusia. Dengan kata lain tingkat produksi yang lebih tinggi dan peningkatan produktivitas, penggunaan bahan yang lebih efisien, kualitas produk yang lebih baik, keamanan yang lebih baik, minggu kerja yang lebih pendek untuk tenaga kerja, dan pengurangan waktu tunggu pabrik. Bagian kedua akan menunjukkan tantangan yang dapat dibawa inovasi-inovasi tersebut ke masyarakat. Tantangan-tantangan ini dapat berisi kebocoran informasi, kejahatan dunia maya, pencurian identitas, dan potensi pengurangan dalam pekerjaan manusia

Fokus Terperinci

Pemerintah memiliki peran khusus untuk dimainkan dalam mengelola peningkatan dan inovasi teknologi, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam mengendalikan risiko inovasi di masa depan. Tren teknologi saat ini seperti Big Data, pembelajaran mesin, kecerdasan buatan adalah inti dari kemajuan teknologi saat ini. Sementara itu, teknologi baru dan inovatif menawarkan tantangan bagi masyarakat termasuk dampak negatif pada tingkat pengangguran. Jadi inovasi teknologi mendesak kita untuk menghilangkan risiko potensial.

Dengan pengembangan teknologi yang stabil memastikan manfaat tetap bagi bisnis dan semua pemangku kepentingan ekonomi lainnya. Misalnya, menggunakan mesin otomatis dalam industri meningkatkan produktivitas, sehingga berdampak langsung pada ekonomi dan kesejahteraan bisnis. Operasi tangkas yang dilakukan oleh teknologi berada dalam posisi menggantikan tenaga kerja dari seratus pekerja sekaligus, yang tentunya mengarah pada efisiensi waktu dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Selain itu, perusahaan yang digerakkan oleh teknologi lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan dan berorientasi pada masa depan, yang berarti mereka dapat menghasilkan lebih banyak produk seni dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDG) No. 9: Peningkatan teknologi yang maju juga akan membantu membangun infrastruktur yang tangguh untuk mempromosikan industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan mendorong inovasi. Tantangan inovasi pembinaan juga dapat diimbangi dengan bantuan SDGs serta melalui target dan indikatornya.

Meskipun ada banyak keuntungan, perkembangan teknologi yang cepat menawarkan kelemahan asli yang perlu ditangani. Tantangan utama dari kemajuan teknologi yang cepat adalah terkait dengan kegagalan operasional yang menyebabkan gangguan dalam rutinitas sehari-hari. Salah satu tantangan besar dari perspektif ini adalah berurusan dengan karyawan yang sudah usang. Dalam proses kemajuan teknologi, karyawan industri tradisional cenderung kehilangan pekerjaan karena tugas mereka disusun kembali oleh mesin otomatis. Selain itu, seiring meningkatnya permintaan akan staf yang melek teknologi, pengusaha mengalami komplikasi untuk menemukan kandidat yang memenuhi syarat untuk direkrut guna mengendalikan manajemen teknologi. Dengan demikian, pushback karyawan menjadi masalah lain dari renovasi teknologi sementara sebagian besar karyawan usang cenderung menjadi setengah menganggur karena kurangnya kapasitas di pasar tenaga kerja yang tidak menentu.

Dalam diskusi tersebut dibicarakan bagaimana pemerintah berupaya untuk meningkatkan layanan publik mereka menggunakan alat digital, dan pada gilirannya, membawa pertanyaan lain tentang keamanan identitas. Saat digitalisasi berkembang pesat, begitu juga serangan dunia maya. Meningkatnya tingkat serangan dunia maya tidak hanya mengancam perlindungan identitas tetapi juga menakutkan masyarakat karena telah mengambil langkah maju untuk menggunakan layanan digital. Terlebih lagi, memanfaatkan setiap perkembangan dalam teknologi tidak selalu membuahkan hasil seperti dalam beberapa kasus, ini bukan yang paling cocok karena cara tradisional berkinerja lebih baik untuk melayani kepentingan publik. Ini juga dapat dianggap sebagai alasan lain mengapa orang mau menggunakan apa yang mereka gunakan dan menjadi tahan terhadap perubahan dengan takut akan potensi mengganggu dari proses yang ada. Orang lanjut usia juga perlu diinformasikan secara individual tentang cara menggunakan layanan digital, yang membutuhkan waktu dan energi yang lama untuk dihabiskan pada pencerahan kompleks segmen ini.

Pada pertemuan dapat diambil kesimpulan kemajuan teknologi dan digitalisasi memudahkan masyarakat dan membantu mereka dalam rutinitas sehari-hari serta memberikan transparansi dalam layanan publik dan lebih efisien untuk bisnis. Namun, perlu dipertimbangkan bahwa semua perkembangan cepat harus di bawah pengawasan untuk setiap potensi komplikasi dan campur tangan bila perlu. Hanya dengan begitu, kita dapat mencapai tujuan bersama dari inovasi teknologi yang kompleks dengan secara hati-hati mempertimbangkan peluang dan tantangan dari berbagai perspektif.

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d bloggers like this: