Kunker Komisi VIII Tinjau Panti Roboh Di Panti Asuhan Mambaul Bayan

Kunker Komisi VIII Tinjau Panti Roboh Di Panti Asuhan Mambaul Bayan

Ditengah kunjungan Komisi 8 DPR RI di Posko Induk Kecamatan Linsar Lombok Barat, anggota dewan menyempatkan untuk meninjau panti asuhan yang roboh di

Fornas LKSA PSAA: Ajak Siapkan 100 MCK dan 100 Hunian Semantara Di Gempa Lombok
KPAI: Prioritaskan Tenaga Medis Segera Ke Gempa Lombok
Gempa Lombok: 5 Rekaman Suara Permintaan Tolong dari Lombok

Ditengah kunjungan Komisi 8 DPR RI di Posko Induk Kecamatan Linsar Lombok Barat, anggota dewan menyempatkan untuk meninjau panti asuhan yang roboh di Lombok Utara. Setiba di Panti Asuhan Mambaul Bayan Dusun Lokok Reban Desa Mumbul Sari Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara mereka langsung berdialog dengan pengurus dan anak anak.

Anak anak memanfaatkan pertemuan tersebut dengan berdialog dengan Komisi 8 yang diwakili Budiman Sudjatmiko, Alfia Reziani  dan Diah Pitaloka. 4 anak menyampaikan kondisi mereka.

Anak pertama menyampaikan tidur dengan tembok setengah, yang mengundang tawa teman sebayanya, memasang karung untuk menutupi ruangan agar bisa tidur. Anak kedua menyampaikan keinginan segera memiliki tempat permanen untuk sekolah, baginya pendidikan sangat penting, untuk membuat karakter manusia untuk jaman yang akan depan, katanya. Anak ketiga menyampaikan kalau malam masih takut, sudah kelas 12, ingin segera belajar normal, karena sebentar lagi ujian.

Pimpinan Panti  menyampaikan untuk mengembalikan aktifitas normal, ia harus membangun 6 lokal pembangunan. Karena asrama putra roboh, begitu juga 2 lokal sekolah, ruang administrasi dan pengasuh. Budiman menanyakan langsung budget untuk 1 lokal pembangunan, yang dijawab 20 juta.

Acara dialog bersama anak dan pengurus panti asuhan di tutup dengan sholawat dan bersalaman satu sama lain. Dilanjutkan penyerahan bantuan di halaman panti. Bantuan yang disalurkan berupa gerobak untuk mengangkat puing, alat olahraga bola dan raket dan beras. Budiman mencoba gerobak baru itu dengan anak anak, dengan mengambil puing puing di sisa sisa bangunan yang hancur. Dalam kunjungan tersebut, Komisi 8 DPR RI didampingi Forum Nasional Panti Asuhan Anak

Sejak gempa 5 Juli itu, anak anak diambil garis keluarga dan saudaranya, karena panti roboh dan tidak ada tempat. Namun sudah seminggu ini, anak anak kembali ke panti, karena kondisi keluarga yang masih sulit. Di Panti Mambaul Bayan senan Sekarang sudah ada Huntara, yang dibangun dengan memanfaatkan reruntuhan yang masih bisa, sehingga dapat menahan biaya.  sudah seminggu Anak anak memilih beraktifitas di ruang terbuka, karena takut gempa datang lagi.

Diah Pitaloka menegaskan kunjungan ke Panti, dengan bertemu adik adik di panti asuhan Mambaul Bayan Lombok Utara. Mengingatkan kita semua, bahwa ternyata ada adik adik di panti asuhan yang terkena dampak. Jadi kita bisa lebih spesifik didalam melihat kebutuhan panti kedepan. Panti asuhan jangan dilupakan, katanya.

Bahwa ada kebutuhan penanganan darurat panti yang butuh perhatian semua pihak. Mereka dapat menjadi bagian dari Rencana Aksi pemerintah dalam segera memulihkan Lombok. Ia berharap dengan melihat langsung, dapat menjadi bahan rapat kerja di DPR, agar bisa lebih spesifik mendorong berbagai kebutuhan panti kepada mitra mitranya di Komisi 8 nanti

Sebelumnya Farid Ari Fandi, Ketua Pokja Bantuan Panti se Indonesia dari Forum Nasional Panti Asuhan Anak melaporkan ada 56 Panti yang rusak di NTB. Data ini dikumpulkan melalui laporan para Kepala Panti dan Sakti Peksos yang sedang melakukan Pemetaan Data Anak Rentan yang dilaksanakan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos. Suharni Sakti Peksos yang ditempatkan di Lombok Barat menyampaikan saat melakukan Pemetaan Data Anak Rentan, ia menemukan panti yang dititipkan anak anak karena keluarganya konsentrasi membenahi rumah.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d bloggers like this: