LKKS Sumbar Terus Perkuat Posdaya dalam Penanganan Kesejahteraan Sosial

LKKS Sumbar Terus Perkuat Posdaya dalam Penanganan Kesejahteraan Sosial

Banuhampu - Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Sumbar terus berupaya melakukan perkuatan terhadap lembaga kesejahteraan sosial (LKS) pos p

Dari Sabang sampai Merauke Hadiri Rakernas Panti di Lombok
Menyambut Kepala Panti se-Indonesia Datang ke Lombok
Prof. Haryono Suyono : Masyarakat Babelan Perlu Perhatian

Banuhampu – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Sumbar terus berupaya melakukan perkuatan terhadap lembaga kesejahteraan sosial (LKS) pos pemberdayaan keluarga (Posdaya). Selasa 16 Juli 2019, di Aula Kantor Walinagari Padang Lua dilaksanakan bimbingan teknis ‘Penguatan Peran LKS Posdaya dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Penanganan Kesejahteraan Sosial’.

Dalam kegiatan itu, Ketua Umum LKKS Sumbar Hj. Nevi Zuairina menegaskan optimismenya bahwa Posdaya memegang peran strategis dalam penanggulangan kemiskinan dan penanganan masalah sosial di tengah-tengah masyarakat.

“Sejak lima tahun pertama memimpin LKKS Sumbar, peran LKS Posdaya terus menunjukkan pengembangan yang signifikan. Lewat Posdaya, LKKS memberikan bantuan terhadap keluarga-keluarga kurang mampu. Mereka yang peduli pun semakin banyak yang menyalurkan bantuannya lewat LKKS,” ujar Nevi Zuairina.

Sambutan Ketua LKKS SUmbar

Ketua Umum LKKS Sumbar Hj. Nevi Zuairina memberikan kata sambutan sebelum membuka kegiatan ‘Penguatan Peran LKKS Sumbar dalam Penanggulangan Kemiskinam dan Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, di Aula Kantor Walinagari Padang Lua Kec. Banuhampu Agam, Selasa 16 Juli 2019.

Ditegaskannya, pada lima tahun pertama, bisa dilakukan bedah rumah sebanyak 300 rumah di Padang dan 200 di Payakumbuh.

Pada lima tahun kedua, kepemimpinannya di LKKS Sumbar direalisasikan 1.000 jamban. Untuk tahun 2019 ini pun telah dibagikan oleh LKKS Sumbar sebanyak 5000 paket sarung dan 3000 paket sembako. Total dengan paket Ramadhan ada 10.000 paket.

Dengan adanya networking/jejaring yang berhasil dibangun bersama Pemprov Sumbar, PT Semen Padang, Baznas, Wardah, Bank Nagari, Elzatta dan lainnya, bisa dilaksanakan banyak hal. Terakhir sunatan massal bagi 300 anak di Pasaman.

“Peningkatan kepercayaan terhadap.LKKS tak lepas dari peran pekerja sosial kemasyarakatan dan Posdaya di Sumbar dalam memberikan data hingga bantuan tepat sasaran. Kami berharap agar Posdaya di Agam ini tumbuh dan berkembang menjadi lembaga mandiri yang mampu berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan penanganan permasalahan sosial,” harap perempuan yang jadi calon Anggota DPR RI terpilih pada pemilihan legislatif lalu.

Ditegaskan Hj. Nevi Zuairina agar para ibu bersemangat dalam menjalankan program dan kegiatannya. Susun program dan kegiatan yang konkrit untuk membantu keluarga yang kurang mampu, disabilitas, bermasalah secara sosial. ‘Jangan tutup mata terhadap tetangga kita. Bantu, perhatikan dan sosialisasikan kepada mereka program Posdaya. Bukankah manusia terbaik itu adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” ungkap Nevi seraya mengingatkan jangan sekali-kali merasa aman dan nyaman untuk tidak peduli dengan masyarakat di sekitar kita.

Senada dengan itu, Ketua LKKS Kabupaten Agam yang diwakili Ny. Chandra Trinda Farhan menyebutkan betapa Posdaya ikut berpartisipasi dalam mewujudkan Agam yang Madani. Posdaya di Agam sudah ada sejak 2012.

“Kami berharap camat dan jajarannya dapat membantu. Begitu juga dengan walinagari bersama.petangkat diminta turut membantu memberikan bimbingan dan arahan dalam upaya penguatan LKS Posdaya ini,” ujar Ny. Chandra Trinda Farhan.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan LKKS Sumbar dan LKKS Agam itu diperjelas pula makna kemiskinan dan permasalahan keluarga yang berdampak pada penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Materi tentang Kemiskinan dan Permasalahan Keluarga ini disampaikan oleh Kepala Seksi Kepahlawanan, Kepeloporan, Kesetiakawanan, dan Restorasi Sosial Dinas Sosial.Sumbar, Embun Dini, SH

“Kemiskinan dan masalah keluarga erat kaitannya dengan kesejahteraan sosial. Kemiskinan dan adanya permasalahan dalam keluarga sangat berpotensi memunculkan masalah-masalah kesejahteraan sosial,” ungkapnya

Penanggulangan kemiskinan dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial adalah dengan memperkuat keluarga melalui posdaya. Bagaimana memperkuat peran posdaya ini disampaikan oleh Ketua Harian LKKS Sumbar, Drs. H. Parlagutan Nasution, M.Si.

Parlagutan menyebutkan Posdaya diharapkan memainkan perannya dalam sustainable development goals (SDG’s). Ada 17 program besar yang hendak diwujudkan oleh negara-negara anggota PBB. Dingatkannya bahwa pada tahun 2030, PBB menargetkan seluruh anggotanya menghapuskan kemiskinan.

“Keberlanjutan program SDG’s dapat dicapai dengan mengefektifkan semua lembaga di akar rumput untuk selalu bersinergi memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial,” ujar pria yang akrab dipanggil Parla.ini.

Artinya, Posdaya bisa bekerja sama dengan kader PKK, kader dasawisma, kader posyandu, kader PAUD, kader kesehatan, kader KB, kelompok usaha bersama (KUBE), wirausahawan untuk mencapai tujuan SDG’s ini. Harus saling memperkuat, bukan saling menghilangka. Posdaya bisa memainkan peran koordinatif terhadap para kader yang ada saat ini. (*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d bloggers like this: