Menggagas Wardes Membantu Warung Rakyat di Desa

Menggagas Wardes Membantu Warung Rakyat di Desa

Ketua Umum DNIKS Tantyo Sudharmono bersama Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT Haryono Suyono, sebelum menghadiri puncak acara Hari Lansia Nas

Puncak HAN Istana Bogor: Suasana Antrian
Haryono Suyono Beri Masukan Kepala BKKBN
Lembaga Pendidikan Masih Minim Perhatian Hak Pengasuhan Anak

Ketua Umum DNIKS Tantyo Sudharmono bersama Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT Haryono Suyono, sebelum menghadiri puncak acara Hari Lansia Nasional di Bandung, menyempatkan diri meninjau Warung Desa (Wardes) yang melayani keluarga desa sekaligus menjadi pelindung Warung-warung  Rakyat yang ada di desa-desa. Warung Desa (Wardes) yang telah diasuh oleh Ibu Mardiana ini telah berjalan beberapa tahun menampung produk hasil pertanian masyarakat desa di sekitarnya, sekaligus menyediakan kebutuhan masyarakat luas sehari-hari dengan harga yang dijangkau. Warung ini diasuh dan dilayani oleh anak-anak muda desa. Masyarakat setempat menjadi pelanggan Warung Desa ini dengan sangat karena produk yang dijual di Warung ini adalah produk yang sangat dibutuhkan oleh keluarga di desa di sekitarnya.

Lebih dari itu Wardes ini sangat akrab dengan masyarakatnya sehingga para penunggu warung yang berasal dari desa tersebut sudah sangat dekat dengan pembelinya. Untuk melayani kebutuhan sehari-hari keluarga setempat, Wardes ini buka pagi-pagi sekali karena kebutuhan sarapan dari keluarga yang akan bekerja biasanya dilayani sangat pagi, sehingga para petugasnya yang beragama Islam, segera setelah subuh langsung bergegas membuka warung, dan baru pulang setlah jam 21.00 – 22.00 malam. Kalau perlu ada tenaga tetangga yang menggantikannya.

IMG_7870.JPG

 Komoditas yang dijajakannya utamanya adalah sayuran segar, buah-buahan, pisang dan bahan makanan lain produk petani desa yang dijual eceran dan tidak sedikit yang diambil oleh warung lain yang mengisi warungnya secara tidak tetap. Warung ini selalu memiliki persediaan karena mempunyai pemasok langsung dari desa lain yang masa panennya tidak selalu sama. Ibu Mardiana pemilik Warung selalu mencari pemasok yang masa panen atau masa pengirimannya tidak sama, sehingga persediaan di warungnya hampir tidak pernah langka.

Di samping hasil panen rakyat, warung ini juga menjual kebutuhan hidup sehari-hari seperti beras, kecap, garam, bumbu-bumbu masak maupun kebutuhan lain seperti tanpasta, sabun, obat-obatan ringan dan keperluan sehari-hari yang dibutuhkan rakyat banyak. Boleh dikata keperluan sederhana bagi masyarakat banyak jarang tidak disediakan dalam warung ini.

Di samping melayani pembelian kontan, warung ini melayani Warung kecil binaan di di desa atau di desa yang berdekatan yang di desanya dijual dengan harga sama. Oleh karena itu pembeli di desa bisa membeli barang yang sama di Warung Desa atau di Warung tetangganya sehingga tidak timbul saingan antar langganan Warung Desa dengan warung-warung kecil di desanya.

Melihat pengalaman ini, Ketua Umum DNIKS sedang menggagas bersama dengan Ketua Tim Pakar Mendes untuk mengulang pengalaman ini di Jawa Timur dan telah mulai membahasnya dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim dengan memadukan upaya di setiap desa dalam kerja sama dengan Bumdes atau Badan Usaha Milik Desa yang dikelola bersama setiap masyarakat desa yang berminat. Semoga.

Haryono Suyono

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d bloggers like this: