Menghidupkan kembali usaha rakyat atau Bumdes yang mati

Menghidupkan kembali usaha rakyat atau Bumdes yang mati

Melalui Situs Media Sosial yang dikelola Kementerian Desa PDTT, dikeluarkan gagasan yang sebagian sudah dilaksanakan dan bisa ditiru oleh desa atau ka

Prof. Haryono Suyono : Masyarakat Babelan Perlu Perhatian
Gubernur NTB Ajak Dinas Sukseskan Pertemuan Rakernas LKSA/Panti Se-Indonesia
Gempa Lombok: 5 Rekaman Suara Permintaan Tolong dari Lombok

Melalui Situs Media Sosial yang dikelola Kementerian Desa PDTT, dikeluarkan gagasan yang sebagian sudah dilaksanakan dan bisa ditiru oleh desa atau kawasan desa lain yang memiliki kesamaan atau minat mencoba gagasan itu di desanya. Berturut turut gagasan yang baik itu akan ditampilkan dalam situs gemari.id dan konsesi.com, kalau perlu diberi komentar atau tambahan catatan oleh Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT Haryono Suyono sekedar agar makin jelas atau makin mendapatkan perhatian.

Salah satu yang muncul dalam Media Sosial itu adalah adanya BUMDes dibekukan di wilayah Desa Ganeas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pada mulanya BUMDes tersebut didirikan oleh masyarakat desa sebelum ada kegiatan dana Desa tahun 2008. Tetapi, terpaksa dibekukan pada tahun 2013 karena manajemen tidak mengelola BUMDes tersebut dengan baik sehingga usahga masyarakat itu ditinggalkan oleh warganya.

Adanya BUMDes ini sebenaranya sangat membantu warga sekitar dalam usaha ekonomi di desanya karena petunjuk dan bantuannya. Melihat kebutuhan yang ada, maka akhirnya pemerintah setempat berusaha membangkitkan kembali dimulai dari melakukan perbaikan dari pengurusan, serta tata kelola Badan Usaha Milik masyarakat di desa itu dengan segala sentuhan perbaikan yang diperlukan.

Dengan dukungan dan kerja sama yang baik bersama warga, kini BUMDes pun bisa berkembang dari segi anggota, program, dan juga omset yang didapatkan oleh BUMDes sendiri.

Konon di berbagai desa di Indonesia banyak terdapat usaha seperti itu, misalnya yang dikelola oleh PKK atau oleh kelompok UPPKS yang dikelola oleh BKKBN, atau oleh kelompok Posdaya yang dikelola oleh kelompok dalam masyarakat luas. Karena manajemen tidak meneruskan dengan baik, biasanya Usaha Milik Masyarakat Desa seperti itu mundur dan akhirnya bubar.

Kalau masyarakat sepakat, maka melalui Rembug Desa, usaha seperti itu dapat dihidupkan kembali dan aset serta pengalaman lama dapat menjadi pelajaran agar kehidupan Bumdes yang lebih baik dapat memberi manfaat untuk rakyat banyak di desanya.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d bloggers like this: