Industri 4.0 & Humanity 5.0Liputan KhususPusat

Mensos Melaunching 7 Program DNIKS Pada Acara Rakornas 2019

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi oleh Ketua Umum DNIKS Tantyo Adji Sudharmono menyalami Ridwan Sumantri yang membuat 3 dari 7 aplikasi yang dilaunching oleh Mensos pada acara Rakornas DNIKS tahun 2019.

Menteri Sosial RI (Mensos RI) Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut positif keberadaan Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) dengan berbagai kiprahnya mendorong kesejahteraan sosial masyarakat.

Menurut Mensos DNIKS secara responsif dapat menangkap isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat dan selanjutnya diterjemahkan melalui praktik pembinaan budaya peduli sesama dan program-program aksi yang aplikatif.

Selain memberikan sambutan, Mensos RI juga meluncurkan tujuh program DNIKS yang semuanya merupakan layanan berbasis digital. Dalam kegiatan rakor yang dihadiri oleh sekitar 400 peserta ini, mengambil tema “Kementerian Sosial, DNIKS dan Mitra Siap Mensukseskan Ekonomi Digital”.

“DNIKS berperan mengkoordinasi lembaga-lembaga kesejahteraan sosial di Indonesia baik di provinsi, kabupaten dan kota. Yang telah terdaftar sebanyak 36 juta anggota yang diberdayakan oleh DNIKS,” katanya pada kegiatan Rapat Koordinasi Nasional DNIKS Tahun 2019, di Kemensos RI Jakarta, Senin (29/4/2019).

Agus Gumiwang Kartasasmita berharap DNIKS menjadi mitra strategis Kemensos karena memang program DNIKS sama dengan Kemensos RI.

“Kami mengucapkan terima kasih atas andil DNIKS selama ini yang telah menyelenggarakan berbagai program kesejahteraan sosial yang didesain untuk pengembangan kewirausahaan sosial khususnya masyarakat lapis bawah,” ungkapnya.

Mensos RI juga bangga, dalam pengabdiannya DNIKS tetap beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang kini masuk era revolusi industri 4.0 dengan meluncurkan layanan aplikasi berbasis digital dalam rangka memanfaatkan dunia digital untuk peningkatan penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Dia menambahkan, Kementerian Sosial RI dalam pelaksanaan program juga dilakukan dengan mengembangkan layanan berbasis digital. Program kesejahteraan sosial khususnya dalam penanganan masalah kemiskinan di era revolusi industri mesti memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan sosial.

Menurutnya, pada era revolusi industri 4.0, berbagai program penanganan fakir miskin seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kementerian Sosial memanfaatkan dunia maya dan teknologi informasi.

Ke depan, kata Mensos RI, Kementerian Sosial sudah ada rencana untuk mengembangkan sistem biometrik dalam penyelenggaraan layanan kesejahteraan sosial. “Dengan teknologi digital, penyaluran bantuan sosial dapat memenuhi prinsip 6T,” kata Mensos RI di Rakornas DNIKS.

Pada acara yang sama dalam sambutannya Ketua Umum DNIKS Tantyo Adji Sudharmono menjelaskan tujuan dari ketujuh program yang diluncurkan oleh DNIKS ini ialah lebih  ke arah memberdayakan LKKS/BKKKS dan Orsosnas untuk menjadi mandiri, sehingga mampu memberi manfaat bagi bangsa Indonesia yang sejahtera.

Ketujuh Program yang diluncurkan pada acara Rakornas ini ialah bantudong.org, konsesi.com, bazarakyat.com, Jaring EMAS DNIKS, Lembaga Bantuan Hukum Hak Kita Bersama, Safar Journey dan Alfa Salam yaitu Umroh dan Haji bersama DNIKS.

 

Src: dniks.or.id

Admin

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Sukabumi, a beautiful village of West Java. I am promoting for http://ridwansumantri.com

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close
%d bloggers like this: