Menyiapkan Masa Depan Anak Dengan Down Syndrome

Menyiapkan Masa Depan Anak Dengan Down Syndrome

Tulisan ini dikirimkan Sofa Bassal seorang Konsultan Okupasi Terapis Profesional untuk Anak Anak Berkebutuhan Khusus ke Kantor Berita Anak Indonesia,

Separuh Hidup Anak Ternyata Membosankan
Perubahan Paradigma Layanan Untuk Penguatan Panti
Gang Sengong Matraman Akan Gelar Pengajian Perlindungan Anak

Tulisan ini dikirimkan Sofa Bassal seorang Konsultan Okupasi Terapis Profesional untuk Anak Anak Berkebutuhan Khusus ke Kantor Berita Anak Indonesia, dalam rangka memperingati Hari Down Symdrom sedunia yang jatuh setiap 21 Maret.

Diberi judul tersebut. Memang tulisannya mempercerah kita semua dalam mendukung masa depan anak anak Down Syndrome. Selamat membaca.

Bagaimana Mempersiapkan Masa Depan Anak Dengan Down Syndrome (DS)

Selama berada dalam dunia anak berkebutuhan khusus, anak-anak DS adalah anak paling manis.

Anak dengan Down Syndrome biasanya dikenal dengan sosok yang mudah senyum dan lebih sociable atau mudah bersosialisasi dengan orang lain meskipun dengan segala keterbatasannya.

Terkadang memang terlihat keras kepala atau sangat mengesalkan menguras emosi jika kita tidak kenal siapa mereka. Terlihat sangat tergila gila akan suatu pujian, itulah mereka. Dan di samping mereka pasti akan selalu ada tawa dan cinta.

Mari kita sedikit berkenalan dengan down syndrome

Down syndrome pertama kali ditemukan pada tahun 1866 oleh dr. John Longdon Down.

Down syndrome adalah kondisi keterbelakangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya kelainan genetik atau ketidaknormalan perkembangan kromosom.

Data di tahun 2016 menunjukkan bahwa terdapat 4 juta anak penderita down syndrome di dunia.

Penderita down syndrome memiliki ciri-ciri fisik khusus, yaitu memiliki tubuh yang relatif pendek, kepala yang lebih kecil dari ukuran normal, hidung yang datar menyerupai orang Mongoloid, kontraksi otot yang lemah, serta telinga yang kecil dan cenderung lebih rendah dari mata.

Keadaan fisik ini juga ditunjang dengan keterlambatan tumbuh-kembang.

Berbeda dengan autisme, sampai sekarang belum ada studi klinis yang menyatakan gender tertentu lebih banyak mengalami down syndrome.

Sayangnya, hingga saat ini down syndrome tidak dapat dikoreksi dengan metode intervensi apapun.

Pengguguran kandungan karena masalah down syndrome tidak diperkenankan di Indonesia.

Padahal masalah tersebut juga membuat penderitanya berisiko lebih tinggi mengalami kelainan jantung, infeksi saluran napas, kelainan mata, serta kelainan darah. Kelainan kromosom akan berdampak pada banyak organ, mulai dari kepala, telinga, mata, otak, jantung, dan lain-lain.

Penanganannya harus dari multi disiplin ilmu.

Bagaimana kita mempersiapkan masa depan mereka

  1. Keberhasilan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sehari-hari anak tersebut. Maka dari itu sangat dibutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar baik dari keluarga maupun masyarakat. Peran keluarga terutama seorang ibu sangatlah penting karena 90 persen dari 100 persen kemajuan perkembangan anak adalah berasal dari ibu.
  2. Jika emosi anak terlihat meledak-ledak, pastikan kita bisa mengontrol emosinya dan bisa berhati-hati ketika menstabilkan kembali emosinya.
  3. Selalu berpikir positif terhadap mereka, karena mereka membutuhkan proses yang lebih lama dibanding anak pada umumnya.
  4. Berikan penanganan dan pendidikan yang tepat.

Saat ini sudah banyak sekali jenis-jenis terapi yang bisa dimanfaatkan untuk tumbuh kembang anak Down Syndrome misalnya;

  • Terapi Fisik (Physio Theraphy)

Biasanya terapi inilah yang diperlukan pertama kali bagi anak Down Syndrome. Dikarenakan mereka mempunyai otot tubuh yang lemah maka Disinilah mereka dibantu agar bisa berjalan dengan cara yang benar.

  • Terapi Wicara

Adalah salah satu terapi yang di perlukan untuk anak Down Syndrome yang mengalami keterlambatan bicara dan pemahaman kosakata.

  • Terapi Okupasi.

Terapi ini diberikan untuk melatih anak dalam hal kemandirian, kognitif/pemahaman, kemampuan sensorik dan motoriknya.

Kemandirian diberikan karena pada dasarnya anak Down Syndrome tergantung pada orang lain atau bahkan terlalu acuh sehingga beraktifitas tanpa ada komunikasi dan tidak memperdulikan orang lain.

Terapi ini membantu anak mengembangkan kekuatan dan koordinasi dengan atau tanpa menggunakan alat.

Okupasi terapi juga biasanya akan memberikan terapi dengan metode Sensori Integrasi.

Sensori Integrasi adalah ketidakmampuan mengolah rangsangan / sensori yang diterima. Terapi ini diberikan bagi anak Down Syndrome yang mengalami gangguan integrasi sensori misalnya pengendalian sikap tubuh, motorik kasar, motorik halus dll.

Dengan terapi ini anak diajarkan melakukan aktivitas dengan terarah sehingga kemampuan otak akan meningkat.

  • Terapi Tingkah Laku (Behaviour Theraphy)

Mengajarkan anak Down Syndrome yang sudah berusia lebih besar agar memahami tingkah laku yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan norma-norma dan aturan yang berlaku di masyarakat

  • Terapi Remedial

Terapi ini diberikan bagi anak yang mengalami gangguan kemampuan akademis dan yang dijadikan acuan pada terapi ini adalah bahan-bahan pelajaran dari sekolah biasa.

Dengan terapi yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan, serta stimulasi dan pendidikan yang tepat setelah lahir, bukan tidak mungkin anak-anak dengan down syndrome mampu tumbuh dan berkembang secara optimal, supaya dapat memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri ketika dewasa kelak.

5. Arahkan sehingga mereka menemukan bakat dan minat mereka sehingga bisa menghasilkan dan membuat mereka mampu berada ditengah masyarakat.

Seperti anak dengan DS banyak yang tertarik dalam bidang olahraga atletik, diantaranya renang.

Sedangkan untuk bidang seni, banyak anak DS yang terampil dalam seni tari dan bernyanyi.

Bahkan ada beberapa yg berbakat dalam bidang memasak.

Banyak juga yang akhirnya bisa menjadi pelayan atau resepsionis di restoran, kantor bahkan hotel.

Penulis: Sofa Bassal A.Md. OT.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d bloggers like this: