Meringkik. Prabukusumo : DNIKS Diharapkan Bisa Mengharmoniskan Hubungan LKS Dengan Pemerintah

Meringkik. Prabukusumo : DNIKS Diharapkan Bisa Mengharmoniskan Hubungan LKS Dengan Pemerintah

Yogyakarta - Ketua Umum Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) DI Yogyakarta, BRAy. Prabukusumo berharap agar Dewan Nasional Indonesia untuk K

Program KB Harus Mampu Menjadi Pelopor Program Gizi
LKKS Provinsi Nusa Tenggara Barat mengadakan Forum Diskusi Group
Panti Ajak Keluarga dan Masyarakat Aktif Menyelenggarakan Pengasuhan Bersama

Yogyakarta – Ketua Umum Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) DI Yogyakarta, BRAy. Prabukusumo berharap agar Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) di bawah kepemimpinan Tantyo AP Sudharmono dapat mengharmoniskan hubungan antara Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dengan pemerintah, serta dalam wawancara dengan indikatornews, Jumat (14/12). “Saya yakin dengan pengalaman Pak Tantyo di berbagai bidang, seperti organisasi masyarakat, politik, bisnis dan organisasi keolahragaan bisa menjadi DNIKS lebih beragam,” katanya.

Menurut BRAy Prabukusumo, dengan pengalaman di berbagai bidang ia optimis DNIKS berhak mendapat terobosan-terobosan kekinian, sehingga tidak hanya membawa DNIKS sebagai wadah koordinasi saja tetapi juga dapat menjadi motivator untuk pengembangan LKKS, K3S hingga TKSK di TPSK di hasilkecamatan. Katanya, berbagai terobosan yang sudah dan akan dilekukan oleh pengurus DNIKS di bawah Tantyo Sudharmono seperti yang disampaikan saat melantik kepengurusan LKKS di Jokjakarta, kemenangan lalu, sambil menambahkan berbagai media online yang disediakan DNIK, disajikan di indikatornews.com, hubungan antara LKKS dan organisasi sosial di bawahnya bisa lebih terjalin.
Harapan Ketua Umum LKKS Jogjakarta ini, dengan kehadiran media yang khusus menyediakan perwakilan untuk kegiatan pengabdian para pekerja sosial di berbagai negara, mudah-dapat membantu menggunakan mestinya, segera sebagai sarana informasi. “Saya berharap indikatornews dapat memberikan kegiatan dari berbagai penjuru tanah air, atau dapat memberikan program-program yang dilakukan masing-masing daerah, bahkan dapat menjadi sarana pertukaran informasi daeraah satu dengan daerah yang lain.
BRAy Prabukusuma juga menyayangkan masih ada berbagai tantangan yang berkaitan dengan pemerintah dan kemensos dengan adanya Permensos No.22 tahun 2016, sesuai ketentuan undang-undang CSR yang berada di bawah DNIKS untuk tingkat nasional, dan di bawah LKKS untuk tingkat daerah. “Tapi praktiknya saat ini dari Kementerian Sosial, sementara CSR berada di tingkat yang sama, yaitu tingkat nasional DNIKS dan tingkat daerah ada di LKKS, tetapi sifatnya masih seremonial belaka,” katanya.
Oleh karena itu, LKKS DI Yogyakarta, berprinsip ada atau tidak, CSR tetap harus berjalan, dengan prinsipnya menjadi pusat belajar masyarakat, Dan yang tengah dilakukan saat ini memperkuat LKKS provinsi dan K3S di kabupaten / kota dengan membuat pendidikan dan latihan (diklat) mengelola LKKS, manajemen rumah tangga sosial dan diklat tenaga kerja sosial “Alhamdulillah, semua bisa berjalan berkat kesungguhan dan jiwa kesosialan para pengurus, melalui dukungan yang ada dari pemerintah, melalui dinas sosial tingkat provinsi serta kabupaten / kota.
Mencermati kondisi sosial di masyarakat saat ini dengan semakin banyak bermunculan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), BRAy Prabukusumo mengatakan, pihaknya perlu melakukan pembinaan untuk usaha UMKM yang telah berhasil, untuk digunakan percontohan dan pembinaan untuk UMKM yang baru muncul dan ingin muncul. Penyebab membina langsung UMKM yang baru muncul akan sia-sia saja jika akhirnya banyak yang berhenti di tengah jalan.
Mengenai rencana DNIKS akan membuat E-Commer untuk membuat transaksi jual beli ke elektronik antaranggota dalam jaringan DNIKS, LKKS Jogjakarta sangat mendukung dan akan membantu memasarkan produk-produk UMKM melalui transaksi elektronik, termasuk rencana DNIKS memasarkan produk kosmetik Korea yang sedang tren saat ini. “Namun kami meminta kepada DNIKS untuk memberikan pelatihan mengenalkan produknya, juga memberikan produk tersebut aman bagi konsumen Indonesia. (AW)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 1
%d bloggers like this: