Panti Ajak Keluarga dan Masyarakat Aktif Menyelenggarakan Pengasuhan Bersama

Panti Ajak Keluarga dan Masyarakat Aktif Menyelenggarakan Pengasuhan Bersama

Sebagai tempat penitipan anak seyogyanya Panti memperhatikan kualitas pengasuhan dan akreditasi sebagai bagian cara meningkatkan kualitas dan kapasita

Lombok dan Malang Siapkan Juru Bicara Pancasila
Muliakan Anak Yatim Melalui Momentum Bulan Muharam Dengan Bangun Kembali Panti di Lombok
H+8 Gempa Lombok: Menuju 3 Panti Asuhan Yang Rusak Berat

IMG_5832Sebagai tempat penitipan anak seyogyanya Panti memperhatikan kualitas pengasuhan dan akreditasi sebagai bagian cara meningkatkan kualitas dan kapasitas pengasuhan. Demikian disampaikan tiga Dosen Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Doktor Tuti Kartika, Doktor Bambang, PhD, Doktor Rini pada Rakernas I LKSA PSAA di Hotel Lombok Raya bumi Mataram..

Dalam hal itu STKS ditugaskan Kementerian Sosial untuk mensosialisasikan Permen 30/HUK/2011 tentang Standard Nasional Pengasuhan Anak. Dari 8000 Panti yang terdata Kementerian Sosial yang menyatakan sudah mengikuti sosialisasi baru 12% LKSA-PSAA.

Data Kemensos mencatat 8000 Panti membutuhkan praktek Pekerja Sosial Profesional. Dengan jumlah Peksos saat ini 975 Pekerja Sosial Profesional. Untuk mengatasi gap antara jumlah praktek pekerja sosial dan ribuan Panti, Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak melakukan dua strategi satu dengan mengembalikan Pekerja Sosial Profesional yang selama ini bertugas dipanti kembali ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota agar setiap kondisi yang ada dapat di rekam dan dilakukan penanganan

. Kedua, bekerjasama dengan beberapa kampus yang memiliki jurusan Kesejahteraan Sosial atau Kessos untuk menyelenggarakan Pelatihan Dasar tentang Praktek Pekerja Sosial di seluruh pengurus Panti. Agar pratek Pekerja Sosial Profesional secara terstruktur juga dipahami para pelaksana pengasuhan di Panti. Solusi ini telah dijalankan dengan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial yang sudah mensosialisasikan Permen/HUK/2011 tentang Standard Nasional Pengasuhan Anak.

Dari sinilah Panti dapat meningkatkan diri dengan akreditasi. Setiap Panti yang melakukan akreditasi dapat direkomendasi Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak untuk mendapatkan bantuan asistensi pelayanan.

Salah satu dalam proses akreditasi itu adalah Panti menjalankan TEPAK ‘Temu Penguatan Anak dan Keluarga’. Bahwa pilihan masuk ke Panti adalah alternative terakhir. Dengan panti melakukan TEPAK tersebut, secara parallel Panti didorong menjadi multi layanan masyarakat dengan mendorong pengasuhan bersama di keluarga dan masyarakat..

COMMENTS

WORDPRESS: 1
  • comment-avatar
    roni faisal 3 years ago

    Lanjutkan

  • DISQUS: 0