Tiga Tokoh “Orde Baru” dapat Penghargaan

Tiga Tokoh “Orde Baru” dapat Penghargaan

Dalam suasana yang anggun gegap gempita, disaksikan Gubernur Jawa Barat, Gorontalo beserta ibu, para Bupati, Walikota dan penjabat tinggi serta relawa

Sekretaris Jenderal DNIKS Edwil S Djamaoeddin Bicara NAPZA Pada Anak
32 Organisasi Panti dan Keagamaan Ajak Kampanye Pengasuhan Berbasis Keluarga
Anak Terstigma Terus Mendapat Perlakuan Buruk

Dalam suasana yang anggun gegap gempita, disaksikan Gubernur Jawa Barat, Gorontalo beserta ibu, para Bupati, Walikota dan penjabat tinggi serta relawan dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia, Menteri Sosial RI, Agus Kartasasmita, atas nama Pemerintah, menyerahkan penghargaan kepada tokoh-tokoh nasional yang berasal dari segala kalangan, dari tingkat yang tertinggi mantan Menko, mantan Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota dan pejabat desa sampai kepada kader-kader sosial masyarakat dari desa. Sungguh mengharukan tiga yang paling tinggi adalah sesepuh kita pak Emil Salim yang berusia di atas 90 tahun dengan penghargaan lansia teladan, tokoh legendaris pak Haryono Suyono yang berusia di atas 81 tahun dengan penghargaan yang sama Lansia Teladan serta kelompok keluarga Trio Bimbo yang datang lengkap dengan seluruh saudaranya sebagai tokoh seniman yang lansia. Ketiga tokoh tersebut adalah tokoh “Orde Baru”, suatu kenyataan bahwa penghargaan dalam bidang sosial tidak mengenal Orde Baru atau Orde Reformasi karena rakyat melihatnya sebagai tokoh yang peduli terhadap rakyat banyak.

Setelah penghargaan diberikan, dalam perjalanan kembali dari panggung upacara, sambutan spontan peserta upacara meledak di pelataran yang melimpah, sungguh sangat mengharukan. Di luar kursi VIP Menteri dan Gubernur, para penerima penghargaan mendapat serbuan masyarakat yang meminta foto bersama. Apalagi setelah upacara ditutup, segera setelah Menteri dan rombongan VIP menuju ruang pameran, serbuan itu peserta upacara itu bertambah meriah. Perjalanan dari baris pertama menuju tempat parkir mobil untuk mencari mobil, pada setiap langkah dicegat kader-kader tamu upacara yang mengaku sudah menjadi kader pada jaman kami semua masih menjabat Menteri. Di desa mereka tidak peduli apakah Menterinya sudah ganti, tetapi pengabdian ibu-ibu dan bapak-bapak kader desa itu tetap gemilang dan hari itu dengan bangga menjadi tamu terhormat dalam pesta nasional yang digelar pemerintah mewakili karya yang mereka abdikan di desanya dengan penuh rasa ikhlas dan bangga.

Mereka tetap mengabdi pada upaya pemberdayaan rakyat di desanya dengan tekun dan dengan sungguh penuh kasih sayang, tidak soal siapa presiden atau menterinya. Suatu bakti sosial  pemberdayaan yang patut kita syukuri dan acungi jempol dengan rasa hormat yang tinggi. Bahkan ada ibu-ibu begitu melihat kita lewat, dengan linangan air mata terharu di pinggir jalan memohon foto selfie karena di tahun 1990-an pernah diwawancara sebagai kader desa yang berhasil. Sampai sekarang, pada usia setengah baya, masih tetap mengabdi di desanya dan sangat terharu melihat “orang tuanya” masih tetap dia dengar melalui radio dan dilihat melalui media sosial tetap rajin berkunjung ke desa dan mengabdi kepada masyarakat luas di desa-desa, sungguh sangat mengharukan. Selamat Hari Lansia Nasional 2019.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d bloggers like this: